PENCAPAIAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING

Authors

  • Risma Amelia Dosen Tetap Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.22460/p2m.v2i1p98-105.169

Keywords:

Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Penalaran Matematis.

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa SMP sesuai dengan kemampuan siswa baik ditinjau secara keseluruhan maupun ditinjau dari kemampuan awal siswa SMP kategori rendah, sedang dan tinggi yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dilihat secara keseluruhan pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa tidak terdapat perbedaan siswa yang menggunakan pembelajaran dengan inkuiri terbimbing daripada siswa yang menggunakan pembelajaran biasa. Namun dilihat berdasarkan kemampuan awal siswa kategori rendah lebih baik antara siswa yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing daripada siswa yang menggunakan pembelajaran biasa, begitupun dengan kategori siswa dengan kemampuan awal sedang lebih baik siswa yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing daripada siswa yang menggunakan pembelajaran biasa. Akan tetapi untuk siswa dengan kategori kemampuan awal tinggi tidak terdapat perbedaan antara siswa yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbinng dengan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor yang akan  peneliti ungkap pada pembahasan penelitian ini. Dalam pelaksanaannya pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing berjalan dengan baik. Kata Kunci: Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Penalaran Matematis.  ABSTRACT This study aims to assess the achievement of junior high school students 'mathematical reasoning abilities in accordance with the students' ability both in terms in whole or in terms of the ability of junior high school students beginning the category of low, medium and high gain with guided inquiry method of learning by students who received regular learning. Results of the study revealed that seen overall achievement of students' mathematical reasoning skills students that there is no difference with the use of guided inquiry learning than students who use regular learning. But seen by the ability of students' initial lower category better among students who use guided inquiry learning than students who use ordinary learning, as well as with the category of students with prior knowledge were better students who use guided inquiry learning than students who use regular learning. However, for students with high initial capability category there is no difference between students who use terbimbinng inquiry learning with students who use regular learning. This is due to several factors that will researchers said in the discussion of this study. In the implementation of learning by using guided inquiry learning methods work well. Keywords: Guided Inquiry Learning, Mathematical Reasoning Ability.

References

Depdiknas. (2006). UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Dharma, S. 2008. Strategi Pembelajaran MIPA. Jakarta : DepDikNas

Gulo, W. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Gramedia.

Hutabarat, D. (2009). Studi Perbandingan Kemampuan Penalaran dan Refresentasi Matematis pada Kelompok Siswa yang Belajar Inkuiri dan Biasa. Tesis UPI: Tidak diterbitkan.

Hutajulu, M. (2010). Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Tesis UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Rohmah, M.S. (2013). Brainstorming Teknik Round Robin untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran, Komunikasi Matematis, dan Self Awareness Siswa SMP. Tesis UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Ruseffendi, H.E.T. (2005). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Bandung : Tarsito.

Sagala, S. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alvabeta.

Sanjaya, W. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Shadiq, F. (2004). Pemecahan Masalah, Penalaran dan Komunikasi. Diklat Pengembangan Matematika SMA Jenjang Dasar. PPPG Matematika.

Suherman. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung : JICA.

Sulistiyo, J. (2010). 6 Hari Jago SPSS 17. Yogyakarta : Cakrawala.

Sumarmo, U. (1987) Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematika Siswa Dikaitkan dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan Beberapa Unsur Proses Belajar Mengajar. Disertasi UPI: Tidak diterbitkan.

Sumarmo. U. (2002) Jurnal Matematika atau Pembelajarannya : Berfikir Tingkat Tinggi Matematika pada Siswa Sekolah Dasarâ€. Edisi khusus Juli 2002.

Wahyudin (2007). Strategi Belajar Mengajar Matematika. UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Published

2015-05-31